Wakil Ketua FPKS DPR-RI: Islam dan Indonesia Itu Satu Kesatuan

Kota Tangerang, (26/11) – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR-RI Mulyanto menegaskan saat ini sudah bukan zamannya mempertentangkan antara konsep Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Islam. Sebab dalam Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan secara jelas bahwa Indonesia merupakan Negara yang dibangun berdasarkan rahmat Allah yang Mahakuasa. Indonesia mengakui bahwa Islam menjadi spirit berdiri dan terbentuknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan hanya pada masa perjuangan tapi juga pada masa pembangunan seperti sekarang.

Demikian yang disampaikan Mulyanto kepada 150 peserta Jaring Aspirasi dan Sosialiasi 4 Pilar MPR-RI yang diselenggarakan di Kantor DPD PKS Kota Tangerang Selatan, Selasa (26/11). Kegiatan Jaring Aspirasi dan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI merupakan kegiatan resmi anggota MPR-RI dengan tujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap Dasar Negara Indonesia, ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Acara yang dilaksanakan pengurus DPC PKS Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, dihadiri oleh Anggota DPRD FPKS Kota Tangerang Selatan, Paramitha Messayu, Ketua DPD PKS Tangerang Selatan, Agus Winarjo, Ketua DPC PKS Se-Kota Tangerang Selatan, tokoh masyarakat dan warga Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten.

“Pada alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 disebutkan dengan jelas bahwa Indonesia adalah Negara yang mengakui eksistensi Tuhan Yang Mahakuasa, Negara relijius yang mengakui Tuhan yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya kepada bangsa ini. Sehingga kita patut mensyukuri anugerah besar dari Allah atas kemerdekaan negeri bernama Indonesia,” kata Mulyanto

Bangsa ini, kata Mulyanto, harus mengakui dan mensyukuri bahwa kemerdekaan Indonesia itu bukan sekedar buah manis dari keinginan luhur dan perjuangan pergerakan rakyat Indonesia, tetapi harus diyakini karena berkat dan rahmat dari Allah Yang Mahakuasa.

“Jadi sangat tidak tepat jika sekarang ada pihak yang mempertentangkan kedudukan Pancasila, NKRI dan Islam. Sebab setiap konsep yang disampaikan sejalan dengan konsep lainnya. Indonesia merupakan Negara yang berketuhanan dan Islam juga merupakan sistem hidup yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Mulyanto.

Bangsa dan Negara ini, lanjut Mulyanto mengenal 3 kedaulatan, yakni kedaulatan Tuhan, kedaulatan Rakyat dan kedaulatan hukum. Ketiganya saling menguatkan sebagai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita patut terus memperjuangkan spirit dan pemahaman ini untuk menangkal niat jahat pihak-pihak tertentu yang ingin mengadu domba antara pemikiran Islam dan pemikiran kebangsaan Indonesia. Mereka berupaya memisahkan Islam dan Indonesia yang sebenarnya sudah menyatu menjadi sistem hidup bangsa ini. Islam dan Indonesia itu satu kesatuan,” tandas Mulyanto.

 

Total Views: 229 ,
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

|| RILIS TERBARU

DPR Dukung Kapolri Tangkap Ismail Bolong

Jakarta (25/11) – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mengapresiasi langkah proaktif Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang memerintahkan jajarannya menangkap oknum pelaku beking penambangan liar.

Festival Bojong Nangka Tahun ke-2

Info Dapil Pak MUL hadir dalam Festival Bojong Nangka Ke-2 tahun 2022. Festival yang diisi dengan berbagai kegiatan kesehatan, termasuk peresmian Rumah Sehat DPC PKS

© Copyrights DR. H. Mulyanto, M.Eng