PKS: Pertamina Jangan Paksa Keluarga Korban untuk Tidak Menuntut

Jakarta (10/3) – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mengapresiasi langkah Pertamina yang sigap membantu korban ledakan depo BBM Plumpang beberapa waktu lalu. Bantuan yang terdiri dari biaya pemakaman, santunan dan uang kerohiman dinilai Mulyanto sebagai wujud pertanggung jawaban Pertamina atas musibah yang terjadi.

Namun demikian dirinya mengecam Pertamina yang menyodorkan dokumen bermeterai untuk ditandatangani keluarga korban yang meminta mereka untuk tidak menuntut Pertamina atas musibah kebakaran depo Plumpang tersebut.

“Kalau berita itu benar maka Pertamina mengambil langkah yang tidak etis. Tidak usahlah dibagikan dokumen seperti ini. Stop dan agar ditarik kembali,” ujar Mulyanto.

Menurut Mulyanto, kalau Pertamina menangani kasus ini dengan baik, pihak keluarga korban diperkirakan tidak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Jadi, kata Mulyanto, Pertamina tidak perlu membungkam keluarga dengan cara-cara yang tidak etis tersebut. Dalam kondisi duka seperti sekarang sebaiknya Pertamina melakukan pendekatan persuasif kepada para korban. Pertamina harus memperhatikan suasana batin keluarga para korban yang masih sedih kehilangan orang terdekatnya.

“Kita mendorong adanya dialog yang baik antara Pertamina dengan keluarga para korban. Barangkali dengan dialog itu bisa dihasilkan kesepakatan yang terbaik untuk semua pihak,” tegas Mulyanto.

Sumber Foto: tempo

Berita Pak MUL lainnya

https://www.askara.co/read/2023/03/09/34714/tidak-tepat-sasaran-sumber-dana-subsidi-kendaraan-listrik-dipertanyakan

Total Views: 2886 ,
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

|| RILIS TERBARU

© Copyrights DR. H. Mulyanto, M.Eng