Mulyanto Minta Pemerintah Tambah Kuota Subsidi LPG 3 KG

Jakarta (15/6) – Untuk mengantisipasi kelangkaan gas melon di tengah masyarakat, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto minta Pemerintah menambah kuota subidi LPG 3 kg. Mulyanto menyebut pasca pandemi Covid-19 terjadi peningkatan permintaan gas 3 kg. Dilaporkan di sejumlah daerah sempat terjadi kekosongan pasokan.

“Rabu lalu DPR rapat dengan Dirjen Migas dan Dirut Pertamina. Dilaporkan prognosa gas LPG 3 kg sebesar 8.3 juta metrik ton. Sementara kuota APBN 2023 sebesar 8 juta metrik ton.

Tren penyaluran LPG 3 kg sampai bulan Mei 2023 meningkat 5% dibandingkan dengan bulan Mei 2022 dan lebih besar 8,4% dibanding dengan kuota sampai dengan bulan Mei 2023,” terang Mulyanto.

Berdasarkan seasonality demand, lanjut Mulyanto, diproyeksikan penyaluran LPG PSO hingga akhir tahun 2023 akan melebih kuota yang ditetapkan (over kuota sebesar 2,7%). Jadi diperkirakan ada kekurangan sebesar 0.3 juta ton LPG 3 kg.

“Kekurangan ini harus ditutupi, terutama di akhir tahun 2023, agar tidak terjadi kelangkaan. Pemerintah harus segera ambil keputusan agar rencana tersebut bisa diimplementasikan sesuai waktu.

Apalagi secara keuangan tidak masalah karena harga CP Aramco cenderung turun dibanding dengan asumsi harga gas APBN 2023. Artinya ada dana yang dihemat Pemerintah,” jelas Mulyanto.

Prognosa biaya Subsidi LPG 3 kg tahun 2023 diketahui lebih rendah sebesar 32% atau dihemat dana subsidi gas sebesar Rp 32.4 triliun dibandingkan DIPA tahun 2023, yang sebedar 117 triliun Rupiah.

“Dana ini dapat digunakan untuk menambah volume gas melon 3 kg bersubsidi sampai akhir tahun 2023, termasuk juga penurunan harga gas LPG 3 kg tersebut, kalau pemerintah mau,” ungkap Mulyanto.

Total Views: 1115 ,
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

|| RILIS TERBARU

© Copyrights DR. H. Mulyanto, M.Eng