Karena Kecelakaan Kerja Beruntun, Dirut Pertamina Agar Tegur Keras PHR

Jakarta (9/6) – Di tengah eforia Pertamina untung tahun 2022 dengan laba bersih sebesar USD 3,81 miliar atau sekitar Rp 56,6 triliun, muncul berita kecelakaan kerja di Pertamina Hulu Rokan, yang menimpa tiga orang pekerja Kamis (8/6/2023) kemarin.

Tiga orang korban dengan tubuh terbakar parah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya, empat bulan lalu, terjadi kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya tiga orang pekerja karena masuk dalam kolam limbah.

Jadi sejak alihkelola oleh PT PHR dari Juli 2022 hingga Juni 2023, telah terjadi sebanyak 9 kecelakaan kerja di perusahaan ini, yang menyebabkan 11 nyawa pekerja meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mempertanyakan SOP dan pelaksanaan sistem manajemen K3 yang diterapkan oleh PT. PHR ini. Mulyanto merasa heran dengan tingginya jumlah kecelakaan yang menelan korban jiwa padahal saat ini Pertamina selaku holding perusahaan sedang menggaung budaya Nihil Kecelakaan (Zero Accident).

Mulyanto menyebut Dirut PT. PHR yang baru tidak mengambil pelajaran dari kasus-kasus kecelakaan sebelumnya.

“Dirut Pertamina tidak boleh membiarkan hal ini terus berulang, seperti juga kasus kebakaran kilang. Ibu Dirut Pertamina harus menegur keras Dirut PT. PHR yang baru tersebut,” kata Mulyanto.

Menurut Mulyanto, kalau kasus-kasus kecelakaan kerja dan kebakaran kilang dapat distop maka keuntungan Pertamina akan semakin tinggi, bisa saja menembus angka Rp 100 triliun.

Total Views: 1237 ,
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

|| RILIS TERBARU

© Copyrights DR. H. Mulyanto, M.Eng